Indonesia Telecom News Aggregators™

2009, Broadband APAC 182 Juta Pengguna


apac internetJakarta – Pelanggan layanan fixed broadband di kawasan Asia Pasifik diperkirakan akan tumbuh 17,3 persen mencapai 182 juta pemakai pada akhir 2009 mendatang. Adapun perkiraan pendapatan yang diraih penyedia layanan mencapai 44,9 miliar dolar AS. Naik 13,3 persen lebih dibanding tahun sebelumnya.

Tahun depan, saat sebagian besar proyek pemerintah mulai beroperasi dalam skala penuh, para pemakai broadband di Asia-Pasifik diperkirakan akan menembus angka 200 juta. Kisarannya diprediksi akan mencapai 212.6 juta pada akhir tahun 2010. Prediksi tersebut dipaparkan pada analisa yang dibuat oleh Frost & Sullivan bertajuk Asia-Pacific Fixed Broadband Market.

Selain itu, jumlah pelanggan broadband di Asia Pacific dan Jepang akan tumbuh 14,1 persen setiap tahun pada periode 2009 sampai 2014. Di akhir tahun tersebut, angkanya akan mencapai 342,9 juta pelanggan. Di tahun yang sama, pemakaian broadband rumah tangga di kawasan Asia Pacific akan tumbuh 37,2 persen dari hanya sekitar 18 persen tahun lalu.

“Sebagian besar pertumbuhan bandwidth serta roll-outs jaringan dalam tahun berikutnya akan didorong oleh pemasangan fibre-to-the-node yang didukung oleh belanja negara untuk proyek broadband kecepatan tinggi nasional,” kata Eugene van de Weerd, Country Director Frost & Sullivan Indonesia, pada keterangan pers yang VIVAnews kutip, 2 Oktober 2009. “Selain itu, xDSL bagaimanapun akan tetap menjadi platform dominan di negara-negara yang sedang berkembang,” ucapnya.

Eugene menyebutkan, selera konsumen untuk koneksi broadband akan terlihat dari permintaan yang tinggi untuk Value-Added Services seperti IPTV serta video-on-demand. “Layanan seperti Web 2.0, jaringan sosial, fasilitas file sharing, permainan online, serta semakin murahnya harga PC dan ketersediaan netbook murah juga akan menambah daya dorong konsumsi broadband,” ucapnya.

Pada tahun 2008, enam negara Asia-Pasifik dengan laju penetrasi penggunaan broadband residensial tertinggi adalah Korea Selatan – sebagai salah satu yang tertinggi di dunia – dengan 92.8 persen, Hong Kong – 85 persen, Singapura – 78.5 persen, Taiwan – 66 persen, Australia – 63.7 persen, dan Jepang – 62.7 persen. Delapan negara Asia Pacific lainnya mempunyai laju penetrasi pemakaian broadband residensial kurang dari 60 persen.

Berdasarkan jumlah pelanggan, pada tahun 2008 China memiliki pengguna broadband sebanyak 83.4 juta (53.8 persen daerah total dasar pelanggan), diikuti oleh Jepang dengan 30 juta dan Korea Selatan dengan 15.5 juta.

Kedepannya, Eugene melihat bahwa mobile broadband tidak mengancam layanan fixed-broadband, dan justru dapat tumbuh bersamaan, “Di era konvergensi dan layanan multi-play, baik nirkabel maupun wireline broadband harus dilihat sebagai teknologi yang saling melengkapi untuk menawarkan layanan terpadu kepada pelanggan,” ucap Eugene.

“Walaupun mobile broadband memiliki throughput yang lebih rendah dibandingkan fixed access, tetapi layanan ini memberikan kenyamanan bagi para pengguna residensial dengan konektivitas on-the-go,” ucap Eugene.

source : http://www.vivanews.com

Filed under: Internet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Yahoo

Blog Stats

  • 10,543 hits

Indotelconews Twitter

Calender

October 2009
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2 other followers

%d bloggers like this: