Indonesia Telecom News Aggregators™

Kontroversi Wimax 16d dan 16e di Indonesia


Tender broadband wireless access (BWA) sukses digelar tahun ini. Implementasi WiMAX pun sudah di depan mata. Namun, satu persoalan masih mengganjal. Pemerintah ngotot menggunakan versi WiMAX 802.16d, sedangkan industri meminta WiMAX 802.16e.

Masing-masing pihak mengajukan alasan-alasannya. Pemerintah menyatakan implementasi ‘d’ tidak lain untuk merebut ‘kue’ ekonomi dari penyelenggaraan telekomunikasi. Sementara itu, pelaku industri melihat spesifikasi ‘e’ lebih bersahabat dengan keterkinian teknologi yang digunakan negara-negara lain. Seperti diketahui, delapan operator telah mengantongi tender BWA, yakni Konsorsium Comtronics Systems dan Adiwarta Perdania, Berca Hardayaperkasa, First Media, Telkom, Internux, Indosat Mega Media, Jasnita Telekomindo, serta Konsorsium Wimax Indonesia

Sedangkan untuk perangkat hardware-nya disokong produsen Xirka, TRG, dan Hariff. Untuk memperoleh sertifikasi, produsen harus mengadopsi 40 persen material lokal seperti yang diatur dalam ketentuan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Alasan pemerintah sangat masuk akal. Menurut Direktur Standardisasi Ditjen Pos dan Telekomunikasi (Postel), Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) Azhar Hasyim, belanja modal sektor telekomunikasi pada 2006 mencapai Rp44 triliun.

Sayangnya,dari meganilai telekomunikasi ini, industri dalam negeri hanya mendapat porsi 3 persen atau Rp1,2 triliun. Ironis memang, devisa bangsa terserap ke luar negeri. Fatalnya, lanjut dia, pada area konten lokal, belanja modal industri cuma 0,7 persen atau sebesar Rp65 miliar.

“Nilainya sangat rendah. Perlu kebijakan tepat dari pemerintah untuk mendorong kontribusi industri lokal lebih tinggi lagi,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Namun, bila alasan ini yang digunakan Ditjen Postel untuk memanfaatkan WiMAX 802.16d, Ketua Wimax Forum Chapter Indonesia Sylvia W Sumarlin berpendapat jika tujuannya memproteksi industri dalam negeri, pemerintah harus konsisten pada ketentuan TKDN. Dengan begitu, para pemain asing harus menggandeng perusahaan lokal untuk memenuhi ketentuan 40 persen kandungan lokal.

“Selain menghidupkan industri lokal,juga bakal terjadi transfer teknologi,” ucapnya

“Perusahaan saya jualan chipset yang men-supportWiMAX 16d. Sayangnya itu tidak laku,” tambah Chief Executive Officer Xirka ini.

Bersama TRG dan Hariff, sebelumnya Xirka mendukung aplikasi 16d. Kenapa tidak laku, jelas dia, karena banyak negara menggunakan WiMAX 16e. Inilah salah satu faktor yang membuat chipset WiMAX 16d tidak dapat bersaing dengan 16e. Karena tidak banyak digunakan maka pasarnya terbatas, otomatis dari sisi harga menjadi mahal. Berbeda dengan 16e yang pasarnya luas sehingga permintaan tinggi.

“Hukum ekonominya, permintaan tinggi maka ongkos produksi dapat ditekan. Imbasnya, harga pun dapat ditekan,” ujarnya.

Dari sisi teknologi, sambung dia, versi ‘e’ mengadopsi IPV6 guna akses internet. Inilah yang penting, pasalnya dunia bakal mengaplikasikan IPV6 untuk broadbandnya. Di mana IPV6 digunakan untuk pengiriman data besar dengan cepat. Sementara, versi ‘d’ tidak mendukung teknologi ini.

“Selain itu, WiMAX 802.16e sudah siap untuk roaming internasional. Jangan lupa, pemerintah Indonesia melalui Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring telah menandatangani kesepakatan untuk roaming internasional dengan negara-negara Asia-Pasifik belum lama ini di Bali,” tegasnya.

Yang jadi persoalan, tutur Sylvia, negara-negara APEC mengadopsi teknologi WiMAX 802.16e. Jadi mustahil roaming internasional bagi Indonesia dapat diwujudkan.

“Ditjen Postel masih menginginkan 802.16d, tapi bukan berarti mereka mengesampingkan 802.16e yang banyak digunakan negara-negara lain, termasuk negara maju. Kami sudah siap memproduksi,” imbuh Sylvia.

Sylvia juga meminta operator telekomunikasi tidak terlalu khawatir terhadap keberadaan Wi- MAX. Pasalnya, teknologi mobile internet tidak akan menggerus mobile voice. Ini disebabkan segmentasi layanannya berbeda. Kendati begitu, teknologi mobile internet berakses BWA dapat mengancam industri seluler karena harganya yang sangat murah dan canggih. Jadi, tegas dia, pelaku seluler harus berinovasi.

Ketua Masyarakat Telekomunikasi Indonesia (Mastel) Setyanto P Santoso menambahkan, kebutuhan industri telekomunikasi di Indonesia mengadopsi 802.16e sudah sangat mendesak. Pasalnya, berbagai layanan data aplikasi video, animasi, dan suaranya lebih canggih dari versi ‘d’.

“Jika pemerintah serius, kita tidak harus menunggu risetnya sempurna untuk mentransfer teknologi. Operator saya lihat juga mendapat hambatan dari pemerintah,” tandasnya.

Terkait keluhan Wimax Forum, Kepala Humas Depkominfo Gatot S Dewa Broto menegaskan bahwa pemerintah sangat mendukung aplikasi BWA di Tanah Air. Sementara persoalanpemilihan 802.16d, karena pemerintah ingin memacu pemanfaatan produk dalam negeri, sedangkan 802.16e bahkan 802.16m masih internasional.

Menurut dia, versi ‘e’ bukannya tidak bisa digunakan. Hanya, pemerintah melihat industri secara dominan masih menggunakan chipset 802.16d. Mencoba menengahi, praktisi telekomunikasi Arnold Djiwatampu berpendapat pengaplikasian WiMAX 802.16e masih membutuhkan waktu lebih lama lagi.

Sebab saat diusulkan, di Indonesia menggunakan teknologi 16d. Apabila teknologi 16e disetujui, Arnold menyayangkan kocek investasi yang terbuang selama 2-3 tahun belakangan, terutama untuk anggaran riset dan development. Standar 16d yang artinya nomadic alias tetap, diakui Arnold telah ditinggalkan dunia. Saat ini, praktisi tengah mengembangkan 16e dan menuju ke mobile Wimax. Wimax dinilai sebagai teknologi tepat guna mewujudkan layanan broadband di kota dan pedesaan. Seperti diketahui, pemerintah menargetkan pada 2015 terdapat 50 juta pengguna broadband.

Melalui melek internet di kawasan pelosok, pemerintah berharap roda perekonomian dapat lebih terdorong lagi. Sebab, masyarakat dapat meningkatkan penjualan melalui sistim online. Selain itu, dapat pula mengakses teknologi terkini guna meningkatkan produksinya masing-masing.

source : http://www.okezone.com

Filed under: Telco

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Yahoo

Blog Stats

  • 10,543 hits

Indotelconews Twitter

Calender

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 2 other followers

%d bloggers like this: